Ilmu lebih utama dari ibadah

08-02-2015 |

 

Ilmu lebih utama dari ibadah- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya:
.
«فضل العلم أحب إلي من فضل العبادة وخير دينكم الورع»
.
“Keutamaan ilmu lebih aku sukai dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah bersikap wara’.”
(Shahih, HR.Al-Hakim, Al-Bazzar, At-Thayalisi, dari Hudzaifah bin Yaman Radhiallahu Anhu. Disahihkan Al-Albani dalam sahih al-jami’:4214)- Pidato Tentang Keutamaan Ilmu
.
Wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan memudaratkan kehidupan akhiratnya.
Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
.
«فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب» .
.
 “Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan dimalam purnama dibanding seluruh bintang- bintang.”
(Shahih, HR.Abu Dawud (3641), Ibnu Majah (223), dari hadits Abu Darda’ Radhiallahu Anhu. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani (Shahihul Jami’: 4212))
.
Yang dimaksud hadits ini bahwa memiliki ilmu dengan cara menuntutnya, atau mengajarkannya, merupakan amalan ibadah yang lebih utama dibanding amalan ibadah lainnya, seperti shalat sunnah, berpuasa sunnah, dan yang lainnya. Bukan yang dimaksud hadits ini bahwa ilmu bukan bagian dari ibadah, namun maksudnya bahwa ilmu merupakan bagian ibadah yang paling mulia, bahkan bagian dari jihad fi sabilillah. 
.
Berkata Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah: “Aku tidak mengetahui ada satu ibadah yang lebih utama dari engkau mengajarkan ilmu kepada manusia.” (Jami’ bayanil ilmi, Ibnu Abdil Bar: 227)
.
Beliau (Sufyan Ats-Tsauri) juga pernah berkata: “Tiada satu amalan yang lebih utama dari menuntut ilmu jika niatnya benar.” (Jami’u bayanil ilmi:119)
.
Abu Darda’ Rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang menyangka bahwa berangkat menuntut ilmu bukan amalan jihad, maka sungguh ia telah kurang pandangan dan akalnya.” (Miftahu daris sa’adah:1/122)
.
Imam Al-Auza’i rahimahullah berkata: Manusia  yang memliki kemuliaan di tengah masyarakat kami adalah pribadi yang berilmu, dan orang selain mereka tentu tidak ada artinya”. (Washaya li Thalabil ilmi (5))

 


Keywords : Ilmu lebih utama dari ibadah,