Permasalahan Gigi Berlubang pada Anak Beresiko pada Nilai Matematika

05-03-2015 |

Permasalahan Gigi Berlubang pada Anak Beresiko pada Nilai Matematika
Anak anda alami permasalahan gigi berlubang? Janganlah meremehkan permasalahan itu. Baiknya selekasnya bawa anak anda ke dokter saat sebelum permasalahan jadi tambah kronis serta prestasinya terganggu.
Dalam penelitan yang di gelar Pepsodent berbarengan Departemen Pengetahuan Kesehatan Gigi Orang-orang serta Kedokteran Gigi Pencegahan FKG UI pada 984 murid tiga sekolah basic di daerah Bekasi, tersingkap 94 % anak umur 6-7 th. alami permasalahan sekurang-kurangnya satu gigi berlubang pada gigi susu.
Adapun 82 % anak umur 10-11 th. alami permasalahan satu gigi berlubang pada gigi terus mereka.
Riset itu juga tunjukkan, nyaris 50 % dari ke-2 grup itu pernah alami sakit gigi. Hal itu nyatanya mengganggu performa mereka di sekolah.
" Dapat dibuktikan, saat kami amati selanjutnya dalam 2 bln. saat sebelum serta 2 bln. setelah riset, anak-anak dari grup usia 6-7 th. yang mempunyai lubang pada gigi terus mereka, menunjukkan kecenderungan semakin banyak hari tak ke sekolah di banding anak yg tidak mempunyai gigi berlubang, ” ungkap dokter gigi Ratu Mirah Afifah, Head of Professional Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk.
Ia memberikan, jumlah hari mereka ke sekolah yaitu tiga hari sesaat yg tidak mempunyai gigi berlubang yaitu dua hari.
Sesudah dikerjakan penilaian lebih jauh sepanjang 12 bln. pada anak umur 10-11 th., tersingkap penyakit gigi merubah rasa yakin diri mereka hingga beresiko pada prestasi akademis yang dipandang dari nilai matematika.
Pergi dari kenyataan itu, Pepsodent lakukan intervensi lewat program edukasi Pepsodent ke sekolah sepanjang delapan minggu.
Setelah intervensi tampak kecenderungan penurunan jumlah plak dengan cara penting sejumlah 54 % pada grup anak usia 6-7 th., sedang pada grup anak usia 10-11 th. menyusut sejumlah 66 %.
Plak adalah pemicu permasalahan paling utama di rongga mulut yakni gigi berlubang serta penyakit gusi hingga penurunan jumlah plak sangatlah utama untuk memperoleh kesehatan rongga mulut yang baik.
“Sekolah jadi lingkungan yang pas untuk anak mengawali rutinitas baik. Lewat unit kesehatan sekolah serta unit kesehatan gigi sekolah yang bertindak aktif dipercaya dapat mengedukasi anak-anak bakal utamanya melindungi kesehatan gigi serta mulut, ” katanya.
Anak yang telah mempunyai kesadaran untuk melindungi kesehatan gigi serta mulut ikut berandil kuat merubah lingkungannya, terlebih keluarga. Berdasar pada wawancara internal Pepsodent pada sebagian anak, gagasan untuk bikin jurnal menyikat gigi harian dapat dibuktikan efisien bukan sekedar pada diri sendiri namun juga orangtua mereka.


Keywords : tips kesehatan, berita kesehatan,